Friday, August 28, 2015

Cool Water and Fresh Grass

0 comments
AIR SEJUK DAN RUMPUT SEGAR

Terang  hari cepat sekali berubah gelap.
Tahu-tahu telah muncul cakrawala berbeda.
Aku temukan banyak air jernih dan rumput segar yang mengisi kelaparanku.
Diajarkan padaku tentang hidup.
Kukagumi mereka seumur hidupku.
Kucintai mereka karena kesetiaannya.
Pagi hari aku memandangi mereka hingga puas.
Siang hari aku merangkul mereka dengan erat.
Sore hari aku bermain bersama.
Malamnya kurindukan mereka.
Sampai muncul pagi berikutnya, aku diingatkan oleh langit.
Ada padang lain yang mesti dijalani.
Rasanya sakit sekali sampai ke ulu hati.
Kupikir takkan bisa hidup tanpa air jernih dan rumput segar.
Kuceritakan pada mereka cerita langit.
Karena itu yang bisa aku lakukan.
Aku menjelajah belahan bumi lain.
Matahari dan bulan dan pernah berhenti menyinariku.
Kutemukan padang lain.
Padang dengan air sejuk dan rumput segar.
Tetapi yang sebelumnya tetap membuat hatiku gemetar.

NB: Tulisan ini untuk orang-orang yang yang pernah ku temui dalam hidupku yang selalu memotivasi dan menginspirasi (terutama untuk Coach MDC 2010 dan 2011). Orang-orang yang membuatku menyukai mereka seumur hidupku. Mungkin kita tak selalu bersama tetapi kebaikanmu tetap terkenang.
“Sebaik-baiknya orang adalah ia yang bermanfaat bagi orang lain.”

Tuesday, August 25, 2015

Maybe Now

0 comments

Maybe now you just think of yourself.
When you see us. When you see me.
You have no care.
You don't notice.
But you are special for us. For me.
You are the sheep of God.
We care for you.
We made preparation to celebrate your coming.

Maybe now all you think is you can face this one day.
But dear, we have discussed day by day so you can face this world everyday.
So you can live the blessed life that God given.
Be grateful of small mercy.

Maybe now you don't understand.
Don't worry, I was ever in that place too.
I was lost. But then found and saved.
You too will realize you are worthy.
And together we face this world with new soul.


Shepherd the flock of God which is among you, serving as overseers, not by compulsion but willingly, not for dishonest gain but eagerly (1 Peter 5:2)



Dedicated To My Little Sister

0 comments


"Perjalanan mencari pengalaman hidup itu adalah merantau. Sebuah ujian dan pendidikan jasmani-rohani; terakhir untuk membuktikan pengetahuan dan kehandalannyo di muka dunia. Alam semesta menjadi guru pembimbing; yang akan membedakan cahaya kebenaran dan cahaya kesalahan."
Mamak (narasi Christine Hakim) – Merantau

            Tulisan ini adalah ungkapan rinduku untuk adikku yang pertama, Cindy Amelia Tampubolon –seorang perantau di usia muda-. Entah kenapa hari ini sangat merindukanmu. Hari ini tidak berjalan baik. Aku merasa tidak menjadi diriku sendiri. Aku terus tersenyum dan tertawa sepanjang hari, tapi itu bukan aku. Tidak perlu ku ceritakan bagaimana hariku bisa menjadi buruk. Tulisan ini bukan untuk itu. Hanya saja hari ini aku begitu merindukanmu. Bukan hari ini saja, hari-hari yang lalu juga. Kapan terakhir kali kita bicara ya? Oh iya, waktu aku liburan beberapa minggu lalu. Waktu itu kamu menelponku, menangis dan bercerita tentang nilaimu yang buruk. Tapi sayang sekali situasinya tidak tepat, aku sedang sibuk mengerjakan tugasku. Saat itu aku tidak berpikir dengan jernih dan tidak memberikan masukan yang membangun. Katamu, nilaimu pada satu mata pelajaran tertentu sedang jelek, pelajaran *sebut saja: X * “Kenapa? Kok bisa? Hanya kau sajakah? Siapa lagi yang jelek nilainya?” tanyaku waktu itu. “Loh, kok bisa pelajaran X aja gitu?” tanyaku lagi. Benar-benar sebuah tanggapan yang bodoh. “Udahlah, gak usah dipikiri dek, fokus aja untuk pelajaran selanjutnya. Besok IPA –kimia, bio, fisika- kan? Yaudah fokus aja” Kataku lagi dengan asal. Kemudian tertambahkan olehku beberapa kata, “Lagian kenapa kau bisa jelek di pelajaran X? Emang ngapain aja kau?” Kau terus menangis dan berkata, “Belajarnya aku kak. Gak tau aku kenapa bisa gitu...” 

            “Yaudahlah, kadangkala hasil yang kita harapkan memang gak sesuai dengan kerja keras kita. Semangat aja ya.” Harusnya kata-kata itu menjadi obat ampuh pembangkit samangatmu waktu itu. Tapi bukan itu yang kukatakan, malah kalimat yang bersifat menge-judge keluar dari mulutku, “Gak mungkin kau belajar tapi hasilnya jelek. Itu gak mungkinlah. Kalo udah belajar pasti, sesuai dengan hasilnya nanti. Lagian, kalo udah belajar kau, berapa jam kau belajar? Kurangilah waktu tidurmu. Anak-anak olimpiade itu di SMA plus lain pun tidur hanya 3 jam aja. Selainnya membahas soal mereka. Gak bisa rupanya kau kurangi waktu tidurmu?” Tanyaku lebih bodoh. Kali itu, rupanya mamaku mendengar apa yang kukatakan. Heeh, serunya pelan. “Dia kan baru sakit,” Kata mamaku. Tapi aku tidak terlalu mengubris. Lalu secepatnya kamu katakan, “Iya kak. Belajar pun aku untuk besok. Udahlah ya” Dan telepon terputus –kamu mematikan teleponnya-

            Waktu itu aku sangat egois, dek. Bagaimana mungkin aku katakan padamu untuk mengurangi waktu tidurmu yang sebenarnya sangat singkat disana? Padahal aku jelas-jelas tahu bahwa kegiatan rutinitasmu sangat melelahkan disana, apalagi kamu baru sakit kemarin. Kamu harus bangun pagi-pagi sekali, kebersihan, mengerjakan segala sesuatunya sendirian –mencuci dan menggosok baju-, yang dulunya bibi –tukang cuci- yang mengerjakannya. Belum lagi dek, kamu harus mati-matian bersaing dengan teman-temanmu yang super pintar itu. Karena, aku sendiri pahami dek, sekolahmu bukanlah sekolah biasa. Kamu dituntut untuk bisa berkompetisi secara akademis –umumnya ditekankan IPAnya- disana. Bagaimana pun, aku percaya cara belajarmu yang dulu di SMP pastilah sangat jauh berbeda dengan yang sekarang ini. Aku yakin 10 kali lebih bagus. 

            Kamu mendapatkan sekolah yang lebih bagus. Kamu membuat kami bangga. Kami sungguh sangat mengharapkan kamu bisa meraih hal-hal yang kamu cita-citakan, yang lebih hebat daripada kami. Kami memimpikan kamu bisa kuliah di luar negeri seperti di Inggris atau Singapura, tapi kalau kamu juga mendapatkan universitas negeri terbaik seperti UI, UGM, ITB dan semacamnya tentu juga hal yang bagus.

            Maaf dek, aku tau kamu sangat capek disana. Capek belajar dan bekerja. Bahkan mungkin mengerjakan soal-soal latihan tidak sempat lagi, karena sudah banyak tugas dari sekolah. Kadang-kadang aku lupa kamu tinggal di asrama. Kadang-kadang aku lupa bagaimana sengitnya persaingan disana. Kadang-kadang aku lupa kamu butuh teman bicara. Mungkin karena aku tidak tinggal di rumah. Mungkin karena aku berkuliah dan terbiasa dengan tugas sampai-sampai telat tidur. Jadi, ku katakan waktu itu untuk mengurangi waktu tidurmu. Padahal durasi belajarmu di sekolah lebih lama daripada yang kuhadapi. Aku mengibaratkan kamu adalah temanku kuliah, jadi maaf waktu itu. ‘Kurangi waktu belajar’ adalah sesuatu yang sangat tidak pantas aku katakan karena kita sama-sama tau kamu selalu belajar giat. Kamu adalah orang yang cerdas dan serius terhadap tujuan-tujuanmu. Jadi kalau ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapanmu, bukan kamu yang disalahkan. Hanya saja, kamu tidak boleh mengeluh bahkan berputus asa. Kamu hanya perlu terus giat berusaha dan berdoa. Supaya keberuntungan itu jatuh ke tanganmu. Bagaimanapun, kamu sudah melakukan yang terbaik dan tidak ada seorang pun yang bisa meragukan itu. 

            Perlu kamu ketahui dek bahwa tidak ada satu hari pun kami lalui tanpa memikirkanmu. Kamu tinggal jauh dari orangtua yang sebelumnya tidak pernah kami bayangkan. Kamu yang paling bermalasan dahulu –dibandingkan kami- harus melakukan semuanya sendirian tanpa diawasi. Banyak perubahan yang ada dalam dirimu sekarang dek. Kalau di rumah, kamu jadi sering bangun pagi-pagi sekali walaupun hanya untuk nonton TV tapi itu sudah bagus sekali. Kamu juga sering mencuci pakaianmu sendiri di rumah, padahal aku sendiri yang berkuliah dan nge-kos malas mengerjakannya. Sungguh luar biasa perubahan yang kamu alami dek. Pernah suatu kali aku berpikir, mungkin inilah cara Tuhan mendidik kamu, menjadikan kamu seorang yang benar-benar mandiri. CaraNya menempamu menjadi seorang yang berhasil. Berarti Tuhan begitu menyayangi kamu sampai-sampai kamu diberikan kesempatan yang orang lain mungkin ingin mendapatkannya tapi tidak bisa. Bila saatnya berdoa, aku selalu mendoakanmu. Mendoakan supaya kamu betah, tahan dan mampu tinggal disana. Aku mendoakan supaya kamu mendapat teman yang baik disana. Supaya semangatmu semakin menyala-nyala di perantauan sana. Tidak jarang juga, aku membuat list namamu diantara topik doa teman-temanku agar mereka ikut mendoakanmu. Supaya kamu tahu betapa aku sangat memikirkanmu. Bukan memikirkan tentang pencapaianmu. Tetapi pada dirimu sendiri. Supaya kamu senang dan menikmati studimu disana. Karena kalau kamu senang, kami pun akan senang. 

            Ngomong-ngomong soal senang, kemarin aku senang sekali dengan berita bagusmu bahwa kamu juara 1 lomba essay se-Tobasa. Itu prestasi yang harus dipertahankan. Ternyata kamu mewarisi bakat menulisku, padahal kamu bukan anakku –agak ngawur-. Tetaplah menulis dan banyak-banyak membaca literatur supaya semakin luas pengetahuanmu. Banyak berlatih di soal- soal. Yang terpenting tetap berharap, tetap semangat, terus berusaha dan berdoa supaya semua yang baik dilimpahkan padamu. 

            Akhirnya, selesai juga tulisan dariku. Sebenarnya aku tulis ini karena sedang rindu padamu. Hari ini dan hari-hari sebelumnya. Semoga perasaan kita semakin membaik. 

“Sister. She is your mirror, shining back at you with a world of possibilities. She is your witness, who sees you at your worst and best, and loves you anyway. She is your partner in crime, your midnight companion, someone who knows when you are smiling, even in the dark. She is your teacher, your defense attorney, your personal press agent, even your shrink. Some days, she's the reason you wish you were an only child- Barbara alpert-“


                                                                                                                    Medan, 27 Februari 2014

Renew of His Grace

0 comments

There’s nothing more holy than God Himself. Feeling grateful that everyday I feel God renews me. I am a weak creature who often fall into sin. Many temptations and tribulations that await my ways to God. Including struggle with myself. But God always supports me, like He does not want me to get lost. Though I thought it would not matter if one sheep lost

 Dear God, thank You for all the signs that You shows in my life. There's no greater happiness than to know You. I want to love God more. Faithful to Him and His commandments.

Childhood Lesson

0 comments
hello buddy!

Because I am still busy for my preparation to be a leader in Christians small group. Here I share you my old writing when I was in high school. This old writing was kept safely in my pc. But never been posted yet. Enjoy!



Experience is a good teacher. This words is already familiar for us. By the past experience, we will be taught about new things.

            Each person must have one of  few experiences that can not be forgotten. That experiences can be an enjoyable experience, sad or touching. But however the type of experiences, they have its own meaning for their owners.

            I personally have some meaningful experiences in my life. One of my unforgetable experience happened when I was 7 years old. That was midnight around 2:00 am, all my body suddenly got itchy. The more I stratched, the more itching my body became. My parents were very worried about my condition. My father became very panic. There is ahouse of a doctor approximately 500 m from our home. At that time we only had motorcycle and it was broken. But immediately my father picked me up and took me to the doctor. My father lifted me on his shoulders and walked through the street of 500 m with cold air at midnight. Luckily the doctor was kind enough, checked me and gave me medicine. After taking medication, my condition was getting better but I was very sleepy. My father again carried me up back home again.

            This experience I have never forgotten. This experience made me love my father so much. This experience also taught me about sacrifice. So I become a girl who loves her close people very much.



                                                           Pematangsiantar,  16 Maret 2012

Some Words

0 comments

So I have decided to be a small group leader (kind of Bible study group). But not because I am able to do that. I am nothing without His power. He showed me His love and I just coulldn't hold myself from spreading The Gospel. My days from last days is full of preparation to be a leader. We study The Holy Bible together with other leaders wannabe. I always enjoy it. I hardly have special time for writing. But when I got some minutes, I opened my book and started to write. Sorry for my messy handwriting. No table to write.
Please pray for me.
God bless you.




Wednesday, August 12, 2015

What Love is this?

0 comments
Ketika aku mendengar lagu "what love is this" dari Kari Jobe. Rasanya seperti terbekati sekali. Merasakan kasih Allah itu nyata dan baru setiap hari. Menyakini bahwa Tuhan memang hadir dan setia di sisiku.
Kadang-kadang aku berpikir bagaimana seseorang dapat memilih menjadi Atheis ketika mereka telah melihat hal-hal hebat di luar sana, ketika mereka telah mendengar kabar sukacita yang luarbiasa , ketika mereka menghadapi tantangan dan menyelesaikannya dengan baik. Apakah mereka benar-benar mengira bahwa itu semua kekuatan mereka? Pengetahuan mereka?


Aku, bahkan untuk satu hal yakni cinta yang bisa kurasakan setiap harinya. Itu sudah lebih dari cukup. Cinta mengalahkan segalanya. Kemasyuran, kekayaan, pengetahuan, dan kebaikan-kebaikan yang pernah ada. Cinta adalah satu-satunya sifat yang dapat mengubahkan. Siapakah yang menciptakan cinta yang begitu hebat ini, kalau bukan Tuhan Allah sendiri yang mengaruniakannya. Sebab Tuhan adalah cinta. Jika kamu melihat hal-hal baik terjadi dalam hidupmu, percayalah bahwa Ia memberikan kasihNya padamu. Jika kamu sedang dalam kesedihan, Ia sedang menguji kamu tanpa pernah meninggalkanmu. Silahkan lampiaskan segala perasaanmu padaNya, amarahmu, sedihmu, pertanyaan-pertanyaanmu karena Ia setia. Ialah Tuhan, tempat kita bersandar.

Rain

0 comments





Kenapa akhir-akhir ini sering hujan?

Tahu tidak, aku percaya bahwa hujan adalah lambang kesedihan.
Bagiku hujan itu mirip tangisan yang jatuh dari langit.
Tangisan alam.

Aku tak begitu suka hujan, jujur saja.
Aku bukan seorang gadis manis seperti dalam cerita yang mecintai hujan.
Hujan membawa kenangan yang menyedihkan, kadang pula penyejuk.
Tapi di hari-hariku lebih sering hujan muncul kala duka.

Saat aku sedang sedih, sesak, dan dalam kegelisahan, hujan selalu turun. Memang terkadang langit mendung saja dan gerimis kecil. Kurasa alam cukup memahami perasaanku.

Sekarang hujan sering turun di Siantar, tempat tinggalku.
Aku bertanya-tanya siapakah gerangan dia yang sedang bersedih itu?
Musim hujan ini, kata bapak.

Baiklah, siapa pun engkau yang bersedih di luar sana, terimakasih karena telah menyebarkan kesejukan ini. Tapi tolong jangan terhanyut lebih lama lagi. Mungkin akan menyebabkan kerugian bagi beberapa orang.


Friday, August 7, 2015

Good news

2 comments


Hey

I’ve been busy for few days. I got something to do and that something is really really good (I’ll tell you about it later). I just can’t thank God enough for his kindness to me. Hopefully good news will come.
Another news came from my big sister Weny who has just graduated in the beginning of July. She just happened to be Bachelor of Engineering (but has not done her graduation ceremony). This means she is officially became a Bachelor when she finished final exam and completed her undergraduate thesis exam, and the graduation ceremony is just a celebration

Last weeks, she was home and was busy with her journal. But my dad suggested her to apply for job soon although she has not done her graduation ceremony. My dad told that competition is getting tougher and to get a new job is not easy. So she did. But we all knew that job vacancies are not open yet until September. I mean some company such as goverment institution/ ministry or private company usually open on September when all the freshgraduate floded everywhere.
At the end of July, she got invitation for interview in a Japaness construction company. It was about 26 of July. So she booked a ticket and fly to Jakarta the next day. She informed us that she was accepted there as Junior Engineering and begin to work at 12 August (if I am right). We are so happy to receive this news as blessing from God. So, the company offers her a boarding house to stay in Bekasi so she doesn’t have to rent a house. 

Seeing my big sister track record makes me wanna graduate soon and work soon. I think it is a good choice that in her age she made it. I have seen there are alots of freshgraduates out there who just have fun with their lives. Maybe they are not afraid of not getting any job because their parents are very rich. But in family, especially my dad advices, there is no leisure time for fun. We can have fun but also stay focus, if not you will lose. I just hope that God is always with us and bless us.