Monday, August 20, 2012

Monbukagakusho Scholarship



Halo Buddy,
                Sesuai dengan judul postingan saya kali ini, saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya dalam mengikuti beasiswa Monbukagakusho atau yang biasa disebut beasiswa Monbusho.
                 Sebelumnya saya informasikan beasiswa Monbukagakusho adalah beasiswa yang dibiayai secara penuh oleh pemerintah Jepang, baik uang kuliah, transpor pp Indo-Jepang/Jepang-Indo, penginapan serta uang saku perbulannya (ps: nominal uang saku tidak pernah stabil dan kemungkinan menurun setiap tahunnya). Intinya, kita belajar di Negeri Samurai ini hanya bermodalkan kemampuan intelektual. Nah, beasiswa ini diadakan setiap tahunnya di setiap negara termasuk Indonesia. Ada 3 macam program beasiswanya yaitu S1, D3 dan D2. Untuk dapat memperolehnya, diwajibkan pada setiap peserta mengikuti 3 tahapan. Beberapa tahapannya yaitu:

1. Tahap Seleksi Berkas
                Pada tahap ini, peserta harus mengirim berkas-berkas yang dibutuhkan oleh panitia penyeleksi. Diantaranya: nilai rapor semester VI dan Ijazah dengan syarat nilai rata-rata keduanya minimal 8,4 untuk program S1, untuk D3 dan D2 nilai yang diminta lebih rendah.  Peserta juga harus mengisi formulir pendaftaran dengan benar dan jujur. Lalu dikirimkan ke kantor kedutaan terdekat dimana anda bersedia mengikuti ujian di kota yang telah ditentukan apabila terpilih. J

2. Tahap Seleksi Tulis
                Saya rasa mayoritas peserta Mombusho menilai bahwa tahap ini adalah bagian tersulitnya. Karena pada tahap ini dari ratusan peserta dari masing masing kota akan diambil sekitar 20-an orang. Maka yang lolos pada tahap ini adalah mereka yang benar-benar telah memiliki persiapan matang. Ujian yang diujikan adalah mata pelajaran sesuai bidang studi yang kita ambil. Misalnya, anda mengambil jurusan kedokteran, maka anda harus berlatih soal Math, English, Bio. Jika anda mengambil jurusan Teknik Sipil, selamat menghadapi Physics (Ps: semua soal diujikan dalam bahasa inggris). Semakin tinggi jenjang pendidikan yang anda ambil, semakin tinggi pula tingkat kesulitan soal tersebut. Misalnya saja, soal yang diujikan pada program S1 lebih sulit diselesaikan daripada D3. Bahkan, ada soal Math program S1 yang materinya baru dipelajari pada saat kuliah nanti. Jadi segera persiapkan dengan matang. J

3.  Tahap Wawancara
                Apabila telah masuk pada tahap akhir ini, anda tidak perlu membolak balik buku lagi. Karena pada tahap ini, anda hanya perlu mempersiapkan mental dan fisik agar kelihatan fresh dihadapan pewawancara. Saya rasa sesuai pengalaman-pengalaman alumni yang lulus Monbusho, tahap ini tidak begitu mencekam. Persiapkan saja diri dan yakinkan pewawancara bahwa anda adalah orang yang mereka cari (ps: jangan menjawab pertanyaan berbelit-belit). O ya, setelah sampai di stage akhir ini, anda akan segera disibukkan dengan dokumen-dokumen dalam bahasa Inggris yang diminta Kedutaan. Karena itu, jangan mau lengah, justru mereka yang mempersiapkan segala sesuatunya sedetail mungkin akan direkrut. J

Baiklah, demikian yang tertera diatas adalah kurang lebih  informasi mengenai beasiswa Mobusho.
Tahun ini, 2012, saya sendiri ikut applied pada program S1. Persiapan saya belum begitu matang karena, sepenuhnya  saya fokuskan untuk SNMPTN. Anehnya, saya justru beharap lebih di Monbusho daripada PTN. Ketika bapak saya ngomong, “Kalau di Bandung, sekali setahunlah pulang ya Boru.” Saya malah berperasaan tidak enak, saya pikir saya akan homesick bila saya kuliah di Jawa. Namun ketika bapak saya tiba-tiba bilang, “Di Jepang nanti, tamatlah baru bisa pulang.” Saya dengan cepat menjawab, “Iya Pak, gak papa. Malah aku gak rindu pulang disana nanti.” Aneh ya?
                Waktu itu saya mengikuti ujian Monbusho bertepatan dengan tanggal jadwal pendaftaran ulang mahasiswa SNMPTN tulis di sebagian besar PTN, tanggal 16 Juli. Saat itu saya langsung berpikir, “Mungkinkah Tuhan ingin saya lulus di Jepang daripada lulus di universitas negeri Indonesia?” Haha... Pikiran yang aneh karena saat itu kondisi mental saya dalam ujian memang tidak baik. Dalam waktu 3 hari mempersiapkan diri setelah dipanggil Konsulat, saya menjawab soal dengan persiapan seadanya. Menururut saya, waktu itu Mtk nya tidak terlalu bermasalah, ada 10 soal dalam bahasa Inggris yang diantaranya berupa aljabar sederhana, pertidaksamaan, lingkaran, geometri, dll. Soal tes Bahasa Inggrisnya yang cukup sulit. Saya dihadapkan dengan 50 soal lebih mungkin ya, berupa pencocokan kata yang bersinonim, pemilihan kalimat yang salah dan teks panjang. Harus banyak banyak berlatih vocab sebenarnya.
                Dari ratusan peserta di Medan hanya 2 orang kemarin yang lulus tes tahap II program S1, kebanyakan dari Jakarta. Mungkin lokasi ujian mempengaruhi kuota diterimanya calon mahasiswa, sebab Jakarta sebagai lokasi Kedutaan Jepang paling banyak terpilih pesertanya. Jadi kalau mau peluang lebih, ujianlah di Jakarta hehe. Tapi semua tergantung pada persiapan anda juga! Secara pribadi saya bersyukur bahwa diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mendapatkan pengalaman hebat (Jadi saya tahu bagaimana medan tempurnya). Tahun lalu 2011, kakak saya mengikutinya dan dia tidak hadir pada tahap II karena sedang daftar ulang di PTN nya. Maka tahun 2012 ini, kami telah sama-sama mengikutinya lagi dan sama sama ujian. Toh juga saya ditempatkan Tuhan di PTN Indonesia tanpa perlu khawatir jadwal daftar ulang berkenaan dengan ujian Monbusho, haha.
                Maka bila berminat dari sekarang persiapkanlah khususnya bagi pelajar kelas XII yang akan tamat di tahun 2013. Dan apabila anda bertanya, apakah saya akan mengikuti beasiswa ini tahun depan? Hm, maka saya akan menjawab, “Of course (if I am not busy with my duty in univ). Who wants to lose another chance?” See you in the next chance J Ganbatte kudasai ^^

13 comments:

Anonymous said...

Bagus. Saya juga ingin. Kak, seumpama semua tes itu lolos, maka akan langsung dikirim ke Jepang. Disana kita tinggal memilih univ nya (bebas dan tinggal masuk) atau harus tes lagi di univ nya? Thanks.

egritha tampubolon said...

Maaf ya sebelumnya baru bisa bales.

Iya, kalau semua tes udah lolos, Dubes Jepang akan mengajukan kamu ke universitas di Jepang yang bersedia nerimana kamu. Saya rasa pihak Jepang yang nentuin univnya dan gak ada tes lagi setelah masuk, kecuali belajar bahasa Jepang wajib. Semangat ya!

aziz purnama said...

aku juga dah kuliah di surabaya.. tapi keinginan ikut tes kejepang ini sungguh luar biasa.. jadi ya persiapan aja lah... :-)

egritha tampubolon said...

Hello, Aziz! Keep fighting ya! Maaf baru balas, baru liat komennya :)

devi mayasari manurung said...

saya ditawarin sama kepsek. saya pernah ikut olimpiade biologi tingkat nasional biologi terapan tahun 2013, tapi yg agak ganjil saya sendiri jurusan teknik elektronika industri. saya suka biologi, dan saya pengen masuk kedokteran di monbukagakusho?

egritha tampubolon said...

Halo Devi,

Silahkan memilih jurusan yang kamu suka walaupun lebih berat tantangannya dibanding yang lain. Ada teman saya juga dulu ambil jurusan kedokteran & farmasi di Monbusho dan lulusnya di farmasi. Tapi dia gak ambil dua2nya, tapi milih kuliah di Indonesia (lulus di FK UI). Semangat ya!

Hariyo Rahardi said...

saya termasuknya bukan siswa yang terlalu berprestasi disekolah, tapi semangat saya mungkin besar dalam mengejar keinginan/ tujuan. semoga bisa diterima oleh manbusho, aminnnnn.....

egritha tampubolon said...

Halo Hariyo Rahardi,

Semangat ya! Semuanya memiliki peluang yang sama kok. Semoga keterima!

Anonymous said...

misi kak egritha saya mau nanya donk.. kak saya sekarang masih kelas 9 smp tetapi saya ingin sekali kuliah di jepang.. saya memikirkan ini udah fix banget pengen ikut monbusho dan menurut kakak apakah persiapan untuk monbusho bisa dari kelas 9/3 smp? saya saat ini baru belajar menghafal vocab dan synonym dalam bahasa inggris karna saya tau kalau kelemahan saya dalam bahasa inggris adalah synonym.. apakah saya harus mempersiapkan monbusho dari smp ini atau setelah sma??

Tia Hanifah A said...

salam kenal kak, saya Tia Hanifah, skrg kls XI IPA, mau tanya sedikit boleh kk?
nilai rapot diperhitungkan gak kak?
kalo kita minatnya ke arah kimia, jurusan apa aja yang bisa dipilih?
sekarang kakak menempuh pendidikan di univ mana?
trus yang katanya sebelum test, kita harus deketin profesor yang ada di jepang? benerkah?

egritha tampubolon said...

Untuk adik2, maaf baru bales sekarang soalnya udah jarang buka blog. Persiapan sejak dini memang sangat membantu, ya mulai saja donlot soal2nya di website resmi kedutaan jepang.

Nilai rapor n nilai UAN tentu saja pertimbangan, kmren minimal rata2 8,4. Semakin lama skn naik jadi pertahankan nilainya. Kalo untuk S1, gak perlu mengenal profesor atau dosen dari Jepang, krn bukan riset/penelitian tapi masih mau mulai kuliah. Kalau S1, cukup persiapkan diri dengan pengetahuan yang matang terutama matematika dan bahasa inggris. Kalau S2 baru cari professor sendiri. Sy sendiri skrg kuliah di Universitas Sumatera Utara, Medan. Kalau mau tanya2, silahkan hubungi teman saya yang lulus beasiswanya : http://andiachang.wordpress.com

verda febrina said...

terima kasih kak atas informasinya
saya mau tanya kak, kakak milih jurusan apa? kakak ngambil program tes nya IPA atau IPS? klo dri jurusan IPA bisa ngambil yg IPS ga? maaf ya kalo kebanyakan nanya, makasih

egritha tampubolon said...

Verda Febrina, maaf lama. Saya ambil jurusan IPA kemarin. Dari IPA bisa ambil IPS kok. Trims udah berkunjung.

Post a Comment

I'd love to have your comments here!