Monday, July 27, 2015

Worth Experience

0 comments

Jadi, saya menemukan tulisan lama (tahun 2014 akhir) yang belum sempat diposting. Udah lewat banget sih, karena udah ada banyak kejadian-kejadian hebat setelah itu. Bagaimanapun, pengalaman adalah harga yang gak bisa dibayar, lalu saya putuskan untuk diposting saja. 


Halo- halo!

Kali ini saya mau ceritakan soal pengalaman saya lomba debat nasional di Unibraw, Malang bulan September lalu. Jadi saya berkesempatan menjadi delegasi USU untuk lomba debat hukum nasional melalui seleksi di Fakultas bersama 2 orang teman dari stambuk 2012 (k’ester dan b’anggi). 

Kita punya waktu sebulan untuk persiapan mosi sebanyak 11 waktu itu. Selama persiapan, luar bias capeknya. Capeknya lebih karena banyak pikiran (waktu itu jadwal mata kuliah saya bentrok hiks hik. Sampai sekarang juga.), aktivitasnya lanjut terus padahal badan minta rest bentar, dan otak yang terkuras dari pagi sampai midnight.

Ogah banget kalo ingat proses persiapan debat itu. Dan ogah untuk mengulanginya lagi dari awal. Rasanya capek banget. Pagi jam 7.30- jam 17.00 kuliah, pulang kuliah, langsung ke kost, makan, mandi, langsung berangkat lagi ke kost senior buat belajar sampai midnight. Diskusi debatnya kadang sampai jam 1 pagi, jam 3, bahkan sama coach tertentu bisa gak tidur. Alias memang 24 jam stay awake! Ngantuk banget aslinya. Badan udah lemas banget, kantung mata bertambah, di kelas gak perhatiin dosen (wong saya tidur), masuk angin, dsb. Saya dan teman-teman satu tim juga enggak coffee consumer. Jadi kami jarang banget minum kopi tengah malam supaya melek. Bahkan saya hanya sekali aja minum kopi dalam sebulan itu. Saya gak suka kopi soalnya. Loh kok bisa tahan sih begadang?  Saya sih sebenarnya bukan tipe orang yang kebal begadang kalo gak tidur siang. Jadi kami main cubit-cubitan deh supaya tetap melek matanya. Gila ya...

Akhirnya pas hari H...

Kita berangkat ke ke Jakarta dari Medan jam 7 pagi. Tapi dari jam 3 pagi udah di Kuala Namu. Kita sempatkan latihan malam sebelum berangkat, bahkan di bandara pun disuruh oral sama coach supaya mentalnya terlatih. Alhasil kita berangkat dengan keadaan tepar. Di pesawat niatnya pengen belajar lagi tapi semua pada ngorok. Sampai di Jakarta, kita langsung ketemu sama bapaknya k’ester (k’ester tinggal tangerang) yang udah bawain kita makanan. So thankful bisa kenyang juga berkat ortu k’ester. Jam 4 kita udah cau lagi dari Jakarta ke Malang. Sampenya di Malang jam 5. Abis itu kita makan di bandara sambil nungguin seksi Trankoper Unibraw jemput kita. Yang jemput si BB pake avanza. Di mobil, b’anggi dan si BB yang cerita banyak. Saya dan k’ ester udah diam elegan.
Jadi singkat cerita, kami tetap bahas mosi gitu sampe di penginapan, di Griya UB waktu itu. Pas hari H debat dikasih tau kalo jumlah tim debat ada 25 dari 17 universitas di Indonesia. Babak penyisihan hanya 6 tim yang diambil. Kita lolos sampai babak penyisihan sama tim dari Unpad, Unair, Undip, UNS, Uin Sunan Kalijati (kalo gak salah). Kita lanjut ke semifinal lawan Unpad dan UNS. 

And the result is... Undip got the 1st, UNS got the 2nd, dan Unpad had the 3rd position. Perjuangan kita hanya sampai di semifinal. Sedih sih. Banget malah. Pengen nangis... uuuu... Akhirnya kita nangis bertiga di bawah shower. Bercanda!
Memang pasti sedih banget karena kita jauh-jauh dari Medan ke Malang. Ternyata di final pun ada tim yang rasanya kurang cocok untuk tampil sebagai finalis. Intinya, dalam lomba apapun pasti ada faktor keberuntungan. Kalo memang sudah rejeki yah menang. Kalo enggak, coba lagi.
Gimanapun, kita tetap bersyukur udah sampe semifinal karena gak semua orang juga sampe semifinal, bahkan yang udah bawa-bawa dosen segala masih ada yang kalah di babak penyisihan. Sementara kita yang tampak gembel dan alone masih dikasih kesempatan.

Saya harus bilang bahwa rekan-rekan saya setim adalah orang yang hebat dengan kemampuan retorika yang wow. Kita gak kalah kok dari tim-tim yang lain. Yang mau kita capai di kompetisi ini bukan sekedar piala dan uang. Tapi juga kerjasama tim yang baik, emosional yang terkendali, sikap pengertian dan saling menghargai, kedisiplinan, dan banyak lagi. Yang ingin kami raih bukan kemenangan lomba semata. Tapi juga kepribadian yang terlatih dan baik yang menjadikan kami pemenang di setiap kesempatan.
Apa yang saya alami, dapatkan dan pelajari lebih dari apa yang saya tulis di blog ini. Saya belajar banyak hal. Wawasan dan pengalaman pun ikut bertambah. Bagaimanapun bersyukur untuk semuanya yang saya lalui, terutama untuk kondisi yang sehat. Di lain kesempatan saya akan berusaha lebih keras.


Sunday, July 26, 2015

Don't respond evil with evil

0 comments
“Don’t respond evil with evil”

This is a crazy thing to do, I think. Isn’t it hard to hold?
One treatment should have got the same treatment. Examples, a person smiles at you and you smile back. Your bestfriend gave you a present on your birthday and you alaso did the same. You helped an old man to across the street and next days, he helped you to find your relatives in a village. In other word, kindness respond with kindness.

Why kindness can be responded with kindness? Why we don’t to the same to evil?
If someone hit you, will you help him with his homework later? No, you wanted to slap him.
If a girl broke your heart, will you care about her grandfather’s death? No, you wished her to be sad whole time and missed you.
If your teacher cursed about your future, will you greet her if you meet her at mall oneday? No, you cursed her to get bad luck.

I know we always want to return other’s treatment to themselves. Even if it is evil and harm. But that’s absolutely wrong. If you respond evil with evil than you are as worthless as that person (who did evil to you). If we knew and realized when someone did wrong to us, then don’t do wrong to him. Because If we do wrong, then we create “ two wrongs” (evils). And you made more sins. You were succeed to raise his anger, and he believed that you are bad also just like him.
So, whoever you are, wherever you are, and what problems you are facing... Don’t respond evil with evil.
Respond evil with kindness. Spread love. Share joy. And be patient and joyful.

By doing this, you are succeed to beat yourself and everything. My favorite figure, Jesus Christ taught me about this. He used to did this when he is treated wrong by people. I know it’s hard, for me too. ButI try. I believe this thing is right. And I want to do this right thing in my life

There Is Someone

0 comments
There is someone
Who always lives in jealousy, egoism, and arrogancy
All of that master herself
Sometimes she is being nice and warm
But more often being rude
Her face shows cruelty
She is having trouble associating with many people
Hated by his friends
Hurt other people
Curse others

There's someone who is rude anyway
But within himself, he feels himself
He is just thirsty of affection
His love more than anything
His pity exceed aversion
Could not describe further
He is very complicated
Sentimental

There is someone
Who lives in a neutral position
Do not know what is he desired
Confused must be an evil or a good one
Confused to choose good or bad act
Pleasing others are his want
But firstly please himself
He had saved people without knowing it

There is someone
Very plain
Looks like she could determine which one is wrong and which is right
But she does not do it
She is afraid of hurting people
She wants peace

There is someone ...
Created by God
His manner was odd
Did God create the characters inherent in him?

Thursday, September 4, 2014

How stupid I am

0 comments
I am pity of myself sometimes.
I am so kind to people although they aren't. 
I  forgive people although they don't.
I will cry for some people although they won't.
I miss people I love although they don't.
How stupid I am.

Writer's Block

0 comments
Last few days I read an article about writer's block.
And I started to think that I am a writer's block.
Writer's block is a person who always cancels his decision to write something.
Then he makes a justification for himself with a reason : I AM BUSY, man!
Oh wow, the justification is not right. Because in writing world, there is no reason you are busy or what. Do write! Just sit and type in front of your monitor for 5 minutes. Is it difficult to do, they asked.

Haha that's of course true. If you have that will. That 'eager' to write. Then you'll write.
If you truly in love with writing, you can not stop your finger from typing a word.
You will write no matter what happened.

But, the problem is what are you writing in 5 minutes?
I think to write something valuable, you have to think how to make your writing becomes interesting to other.
I can write in 5 minutes. But what will I say?
"Hello, how are you?"
Just that? 
That's why writing is not that easy. 
So I am fine with this writer's block.
And I will only and only write if I want to. 
Haha. I know I am selfish. Hope one day, I am not.