Halo Buddy,
Sesuai dengan judul postingan saya kali ini, saya
akan menceritakan sedikit pengalaman saya dalam mengikuti beasiswa
Monbukagakusho atau yang biasa disebut beasiswa Monbusho.
Sebelumnya
saya informasikan beasiswa Monbukagakusho adalah beasiswa yang dibiayai secara
penuh oleh pemerintah Jepang, baik uang kuliah, transpor pp Indo-Jepang/Jepang-Indo,
penginapan serta uang saku perbulannya (ps: nominal uang saku tidak pernah
stabil dan kemungkinan menurun setiap tahunnya). Intinya, kita belajar di
Negeri Samurai ini hanya bermodalkan kemampuan intelektual. Nah, beasiswa ini
diadakan setiap tahunnya di setiap negara termasuk Indonesia. Ada 3 macam
program beasiswanya yaitu S1, D3 dan D2. Untuk dapat memperolehnya, diwajibkan
pada setiap peserta mengikuti 3 tahapan. Beberapa tahapannya yaitu:
1. Tahap Seleksi Berkas
Pada tahap ini, peserta harus mengirim berkas-berkas yang dibutuhkan oleh panitia penyeleksi. Diantaranya: nilai rapor semester VI dan Ijazah dengan syarat nilai rata-rata keduanya minimal 8,4 untuk program S1, untuk D3 dan D2 nilai yang diminta lebih rendah. Peserta juga harus mengisi formulir pendaftaran dengan benar dan jujur. Lalu dikirimkan ke kantor kedutaan terdekat dimana anda bersedia mengikuti ujian di kota yang telah ditentukan apabila terpilih. J
2. Tahap Seleksi Tulis
Saya rasa mayoritas peserta Mombusho menilai bahwa tahap ini adalah bagian tersulitnya. Karena pada tahap ini dari ratusan peserta dari masing masing kota akan diambil sekitar 20-an orang. Maka yang lolos pada tahap ini adalah mereka yang benar-benar telah memiliki persiapan matang. Ujian yang diujikan adalah mata pelajaran sesuai bidang studi yang kita ambil. Misalnya, anda mengambil jurusan kedokteran, maka anda harus berlatih soal Math, English, Bio. Jika anda mengambil jurusan Teknik Sipil, selamat menghadapi Physics (Ps: semua soal diujikan dalam bahasa inggris). Semakin tinggi jenjang pendidikan yang anda ambil, semakin tinggi pula tingkat kesulitan soal tersebut. Misalnya saja, soal yang diujikan pada program S1 lebih sulit diselesaikan daripada D3. Bahkan, ada soal Math program S1 yang materinya baru dipelajari pada saat kuliah nanti. Jadi segera persiapkan dengan matang. J
1. Tahap Seleksi Berkas
Pada tahap ini, peserta harus mengirim berkas-berkas yang dibutuhkan oleh panitia penyeleksi. Diantaranya: nilai rapor semester VI dan Ijazah dengan syarat nilai rata-rata keduanya minimal 8,4 untuk program S1, untuk D3 dan D2 nilai yang diminta lebih rendah. Peserta juga harus mengisi formulir pendaftaran dengan benar dan jujur. Lalu dikirimkan ke kantor kedutaan terdekat dimana anda bersedia mengikuti ujian di kota yang telah ditentukan apabila terpilih. J
2. Tahap Seleksi Tulis
Saya rasa mayoritas peserta Mombusho menilai bahwa tahap ini adalah bagian tersulitnya. Karena pada tahap ini dari ratusan peserta dari masing masing kota akan diambil sekitar 20-an orang. Maka yang lolos pada tahap ini adalah mereka yang benar-benar telah memiliki persiapan matang. Ujian yang diujikan adalah mata pelajaran sesuai bidang studi yang kita ambil. Misalnya, anda mengambil jurusan kedokteran, maka anda harus berlatih soal Math, English, Bio. Jika anda mengambil jurusan Teknik Sipil, selamat menghadapi Physics (Ps: semua soal diujikan dalam bahasa inggris). Semakin tinggi jenjang pendidikan yang anda ambil, semakin tinggi pula tingkat kesulitan soal tersebut. Misalnya saja, soal yang diujikan pada program S1 lebih sulit diselesaikan daripada D3. Bahkan, ada soal Math program S1 yang materinya baru dipelajari pada saat kuliah nanti. Jadi segera persiapkan dengan matang. J
3. Tahap Wawancara
Apabila telah masuk pada tahap akhir ini, anda tidak perlu membolak balik buku lagi. Karena pada tahap ini, anda hanya perlu mempersiapkan mental dan fisik agar kelihatan fresh dihadapan pewawancara. Saya rasa sesuai pengalaman-pengalaman alumni yang lulus Monbusho, tahap ini tidak begitu mencekam. Persiapkan saja diri dan yakinkan pewawancara bahwa anda adalah orang yang mereka cari (ps: jangan menjawab pertanyaan berbelit-belit). O ya, setelah sampai di stage akhir ini, anda akan segera disibukkan dengan dokumen-dokumen dalam bahasa Inggris yang diminta Kedutaan. Karena itu, jangan mau lengah, justru mereka yang mempersiapkan segala sesuatunya sedetail mungkin akan direkrut. J
Apabila telah masuk pada tahap akhir ini, anda tidak perlu membolak balik buku lagi. Karena pada tahap ini, anda hanya perlu mempersiapkan mental dan fisik agar kelihatan fresh dihadapan pewawancara. Saya rasa sesuai pengalaman-pengalaman alumni yang lulus Monbusho, tahap ini tidak begitu mencekam. Persiapkan saja diri dan yakinkan pewawancara bahwa anda adalah orang yang mereka cari (ps: jangan menjawab pertanyaan berbelit-belit). O ya, setelah sampai di stage akhir ini, anda akan segera disibukkan dengan dokumen-dokumen dalam bahasa Inggris yang diminta Kedutaan. Karena itu, jangan mau lengah, justru mereka yang mempersiapkan segala sesuatunya sedetail mungkin akan direkrut. J
Baiklah, demikian yang
tertera diatas adalah kurang lebih informasi mengenai beasiswa Mobusho.
Tahun ini, 2012, saya sendiri ikut applied pada program S1. Persiapan saya belum begitu matang karena, sepenuhnya saya fokuskan untuk SNMPTN. Anehnya, saya justru beharap lebih di Monbusho daripada PTN. Ketika bapak saya ngomong, “Kalau di Bandung, sekali setahunlah pulang ya Boru.” Saya malah berperasaan tidak enak, saya pikir saya akan homesick bila saya kuliah di Jawa. Namun ketika bapak saya tiba-tiba bilang, “Di Jepang nanti, tamatlah baru bisa pulang.” Saya dengan cepat menjawab, “Iya Pak, gak papa. Malah aku gak rindu pulang disana nanti.” Aneh ya?
Waktu itu saya mengikuti ujian Monbusho bertepatan dengan tanggal jadwal pendaftaran ulang mahasiswa SNMPTN tulis di sebagian besar PTN, tanggal 16 Juli. Saat itu saya langsung berpikir, “Mungkinkah Tuhan ingin saya lulus di Jepang daripada lulus di universitas negeri Indonesia?” Haha... Pikiran yang aneh karena saat itu kondisi mental saya dalam ujian memang tidak baik. Dalam waktu 3 hari mempersiapkan diri setelah dipanggil Konsulat, saya menjawab soal dengan persiapan seadanya. Menururut saya, waktu itu Mtk nya tidak terlalu bermasalah, ada 10 soal dalam bahasa Inggris yang diantaranya berupa aljabar sederhana, pertidaksamaan, lingkaran, geometri, dll. Soal tes Bahasa Inggrisnya yang cukup sulit. Saya dihadapkan dengan 50 soal lebih mungkin ya, berupa pencocokan kata yang bersinonim, pemilihan kalimat yang salah dan teks panjang. Harus banyak banyak berlatih vocab sebenarnya.
Dari ratusan peserta di Medan hanya 2 orang kemarin yang lulus tes tahap II program S1, kebanyakan dari Jakarta. Mungkin lokasi ujian mempengaruhi kuota diterimanya calon mahasiswa, sebab Jakarta sebagai lokasi Kedutaan Jepang paling banyak terpilih pesertanya. Jadi kalau mau peluang lebih, ujianlah di Jakarta hehe. Tapi semua tergantung pada persiapan anda juga! Secara pribadi saya bersyukur bahwa diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mendapatkan pengalaman hebat (Jadi saya tahu bagaimana medan tempurnya). Tahun lalu 2011, kakak saya mengikutinya dan dia tidak hadir pada tahap II karena sedang daftar ulang di PTN nya. Maka tahun 2012 ini, kami telah sama-sama mengikutinya lagi dan sama sama ujian. Toh juga saya ditempatkan Tuhan di PTN Indonesia tanpa perlu khawatir jadwal daftar ulang berkenaan dengan ujian Monbusho, haha.
Maka bila berminat dari sekarang persiapkanlah khususnya bagi pelajar kelas XII yang akan tamat di tahun 2013. Dan apabila anda bertanya, apakah saya akan mengikuti beasiswa ini tahun depan? Hm, maka saya akan menjawab, “Of course (if I am not busy with my duty in univ). Who wants to lose another chance?” See you in the next chance J Ganbatte kudasai ^^
Tahun ini, 2012, saya sendiri ikut applied pada program S1. Persiapan saya belum begitu matang karena, sepenuhnya saya fokuskan untuk SNMPTN. Anehnya, saya justru beharap lebih di Monbusho daripada PTN. Ketika bapak saya ngomong, “Kalau di Bandung, sekali setahunlah pulang ya Boru.” Saya malah berperasaan tidak enak, saya pikir saya akan homesick bila saya kuliah di Jawa. Namun ketika bapak saya tiba-tiba bilang, “Di Jepang nanti, tamatlah baru bisa pulang.” Saya dengan cepat menjawab, “Iya Pak, gak papa. Malah aku gak rindu pulang disana nanti.” Aneh ya?
Waktu itu saya mengikuti ujian Monbusho bertepatan dengan tanggal jadwal pendaftaran ulang mahasiswa SNMPTN tulis di sebagian besar PTN, tanggal 16 Juli. Saat itu saya langsung berpikir, “Mungkinkah Tuhan ingin saya lulus di Jepang daripada lulus di universitas negeri Indonesia?” Haha... Pikiran yang aneh karena saat itu kondisi mental saya dalam ujian memang tidak baik. Dalam waktu 3 hari mempersiapkan diri setelah dipanggil Konsulat, saya menjawab soal dengan persiapan seadanya. Menururut saya, waktu itu Mtk nya tidak terlalu bermasalah, ada 10 soal dalam bahasa Inggris yang diantaranya berupa aljabar sederhana, pertidaksamaan, lingkaran, geometri, dll. Soal tes Bahasa Inggrisnya yang cukup sulit. Saya dihadapkan dengan 50 soal lebih mungkin ya, berupa pencocokan kata yang bersinonim, pemilihan kalimat yang salah dan teks panjang. Harus banyak banyak berlatih vocab sebenarnya.
Dari ratusan peserta di Medan hanya 2 orang kemarin yang lulus tes tahap II program S1, kebanyakan dari Jakarta. Mungkin lokasi ujian mempengaruhi kuota diterimanya calon mahasiswa, sebab Jakarta sebagai lokasi Kedutaan Jepang paling banyak terpilih pesertanya. Jadi kalau mau peluang lebih, ujianlah di Jakarta hehe. Tapi semua tergantung pada persiapan anda juga! Secara pribadi saya bersyukur bahwa diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mendapatkan pengalaman hebat (Jadi saya tahu bagaimana medan tempurnya). Tahun lalu 2011, kakak saya mengikutinya dan dia tidak hadir pada tahap II karena sedang daftar ulang di PTN nya. Maka tahun 2012 ini, kami telah sama-sama mengikutinya lagi dan sama sama ujian. Toh juga saya ditempatkan Tuhan di PTN Indonesia tanpa perlu khawatir jadwal daftar ulang berkenaan dengan ujian Monbusho, haha.
Maka bila berminat dari sekarang persiapkanlah khususnya bagi pelajar kelas XII yang akan tamat di tahun 2013. Dan apabila anda bertanya, apakah saya akan mengikuti beasiswa ini tahun depan? Hm, maka saya akan menjawab, “Of course (if I am not busy with my duty in univ). Who wants to lose another chance?” See you in the next chance J Ganbatte kudasai ^^






